Rabu, 12 Oktober 2011

Kalimat Pengusir Maksiat

Seorang Ulama terkemuka, Imam Sahl bin Abdullah Al- Tastari menuturkan kisah dirinya, " Ketika berumur tiga tahun, aku ikut pamanku yaitu Muhammad bin Sanwar untuk melakukan qiyamullail. Aku melihat cara shalat pamanku dan aku menirukan gerakannya.

Suatu hari, paman berkata padaku, 'apakah kau mengingat Allah yang menciptakanmu."

Beliau menjawab, 'anakku, jika kau berganti pakaian dan ketika hendak tidur, katakanlah tiga kali didalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu, 'Allahu ma'i.... Allahu naadhiri...Allah syaahidi!" (Artinya, Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku!).

Aku menghafalkan kalimat itu, lalu mengucapkannya bermalam - malam. Kemudian, aku menceritakan hal ini kepada paman.

Paman berkata, ' Mulai sekarang, ucapkan Zikir itu sepuluh kali setiap malam.

Aku melakukannya, aku resapi maknanya, dan aku merasakan ada kenikmatan dalam hatiku. Pikiran terasa terang. Aku merasa senintiasa bersama Allah.

Satu tahun setelah itu, paman berkata, 'jagalah apa yang aku ajarkan kepadamu, dan langgengkanlah sampai  kau masuk kubur. Zikir itu akan bermanfaat bagimu didunia dan di akhirat.

Lalu, Pamanku berkata, ' Hai Sahl, orang yang merasa selalu disertai Allah dilihat, dan disaksikan Allah, akankah dia melaukan maksiat?'

Kalimat Allahu ma'i. Allahu naadhiri. Allahu syaahidi! sangat terkenal di kalangan ulama arifbillah. Bahkan, Syeikh Al-Azhar; imam abdul Halim mahmud, yang terkenal sebagai ulama arif billah menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menancapkan kalimat  ini didalam hati.  Maknanya yan dahsyat, jika dihayati dengan sungguh-sungguh, akan mendatangkan rasa ma'iyatullah (selalu merasa disertai, di lihat, dan disaksikan oleh Allah Swt, di mana dan kapan saja).

Pada Akhirnya, rasa ini akan menumbuhkan takwa yang tinggi kepada Allah Swt. Kalau begitu, apakah orang merasa di sertai, dii lihat, dan di saksikan allah akan melakukan maksiat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar